Jumat, 26 Desember 2014

Manajemen Bandwith dengan Simple Queue Mikrotik

Selamat pagi pembaca,

Guna mengatur dan membatasi pemakaian Bandwidth internet memang suatu hal yang penting ketika koneksi internet kita terbatas, misalnya kuota bandwidth yang terbatas dari ISP. Kita perlu membatasi kuota bandwidth tiap user yang terkoneksi ke Router Mikrotik. Pada Router Mikrotik sendiri sudah tersedia fitur yang bisa membatasi (limit) bandwidth yaitu Queue. Ada dua macam Queue pada Mikrotik :
  • Queue Simple : merupakan cara termudah untuk melakukan management bandwidth yang diterapkan pada jaringan skala kecil sampai menengah untuk mengatur pemakaian bandwidth upload dan download tiap user.
  • Queue Tree : mirip seperti queue simple tapi lebih rumit, yaitu dapat melakukan pembatasan bandwidth berdasarkan group bahkan secara hierarki. Kita harus mengaktifkan fitur Mangle pada Firewall jika ingin menggunakan Queue Tree.
Kali ini kita akan mencoba manajemen bandwith menggunakan Simple Queue, pertama buka winbox dan klik tab Queues maka akan muncul tampilan berikut :

Sebelum kita mulai membatasi Bandwidth internet dengan mikrotik, pastikan dulu berapa Bandwidth Internet yang anda dapat dari ISP yang anda pakai. Sehingga nantinya nilai Bandwidth yang dilimit tidak melebihi alokasi Bandwidth dari ISP. Misalnya bandwidth dari ISP sebesar 1 Mbps, maka limit bandwidth nya diset lebih kecil atau sama dengan 1 Mbps.

Untuk menambahkan Simple Queue baru klik tombol +, maka akan muncul tempilan seperti berikut :


Ada beberapa tab di jendela Simple Queue tersebut, namun kita hanya akan menggunakan tab General dan Advanced saja. 

Tab General
Pada tab General ada beberapa pilihan yang dapat diseting. Yang perlu kita perhatikan dengan seksama yaitu pilihan Target Address dan Max Limit. 

Target Address

Anda dapat mengisis Target Address dengan IP address tertentu yang ingin anda batasi Bandwidth nya, misal 192.168.100.0/24. Dari gambar di atas bisa dilihat untuk Target Address kosong, ini berarti konfigurasi limit Bandwidth ini berlaku untuk semua alamat IP. 

Max Limit

Max Limit adalah alokasi bandwidth maksimal yang bisa didapatkan user, dan biasanya akan didapatkan user jika ada alokasi bandwidth yang tidak digunakan lagi oleh user lain. Jangan lupa centang Target Upload dan Target Download untuk mengaktifkan fitur ini, pilih besar Bandwidth yang ingin dilimit pada Max Limit. Misalnya upload : 256kbps download : 1Mbps.

Besar limit Bandwidth untuk upload lebih rendah daripada download nya karena memang user biasanya lebih banyak melakukan download (browsing, download musik, file, dll) daripada upload. Anda dapat memilih sesuai keinginan.

Anda juga dapat menentukan waktu kapan dan berapa lama Simple Queue ini akan mulai berjalan dengan memilih opsi Time.

Tab Advanced


Pada tab Advanced hal yang perlu diperhatikan pada opsi Interface dan Limit At. 

Interface
Pilih interface mana yang ingin dibatasi bandwidth nya, misalnya interface Wlan1 untuk membatasi koneksi internet via wireless. Jika ingin membatasi bandwidth di semua Interface pilih all.

Limit At
Limit At adalah alokasi bandwidth trendah yang bisa didapatkan oleh user jika traffic jaringan sangat sibuk. Seburuk apapun keadaan jaringan, user tidak akan mendapat alokasi bandwidth dibawah nilai Limit At ini. Jadi Limit At ini adalah nilai bandwidth terendah yang akan didapatkan oleh user. Nilai nya terserah anda mau diisi berapa. Misalnya diisi upload 128kbps download : 512kbps.

Dari konfigurasi tersebut, maka hasilnya jika semua user sedang memakai koneksi internet dan kondisi jaringan sibuk maka tiap user akan mendapatkan bandwidth sebesar 128kbps/512kbps. Jika satu atau beberapa user tidak sedang menggunakan koneksi maka alokasi bandwidth akan diberikan ke user yang sedang terkoneksi. Dan jika hanya satu user yang menggunakan koneksi maka user itu akan mendapatkan alokasi bandwidth maksimal 256kbps/1Mbps.

Klik ok untuk menambahkan Simple Queue tersebut, sehingga akan muncul di queue list.


Pada gambar di atas, ada dua Simple Queue, yaitu Simple Queue yang terbentuk secara otomatis oleh Hotspot
dan Simple Queue yang baru dibuat. Jika ada dua konfigurasi berbeda maka akan dieksekusi dari atas ke bawah (top to bottom), jadi Simple Queue hotspot dieksekusi dulu baru kemudian Simple Queue Mikrotik Indo. Walaupun Simple Queue hotspot Tx Rx Max limit nya unlimited, tapi semua user hotspot akan mendapatkan bandwidth Max Tx Rx 256k/1M dari Simple Queue MikrotikIndo, sehingga Simple Queue hotspot itu tidak berlaku.

Demikian artikel kali ini semoga bermanfaat bagi pembaca sekalian.
Terimakasih. Wassalamu'alaikum.

Sumber :
http://mikrotikindo.blogspot.com/2013/03/cara-membatasi-limit-bandwidth-mikrotik-simple-queue.html

Simulasi Jaringan LAN Menggunakan Cisco Packet Tracer

Pembaca, kali ini mari kita belajar tentang simulasi jaringan LAN menggunakan software bernama Cisco Packet Tracer.

Ikuti Langkah-Langkah Cara Membuat Simulasi Jaringan LAN Menggunakan Cisco Packet Tracer berikut ini :

1. Buka aplikasi Cisco Packet Tracer

2. Siapkan 5 buat Workstation, 1 Switch, 1 PC Server (Server0). Seperti gambar dibawah ini :

    Cara Membuat Simulasi Server DHCP menggunakan Cisco Packet Tracer


    3. Double klik pada Server0. Lalu pilih tab Config. Pada menu Interface, pilih Fast-Ethernet. Pada bagian IP Configuration, isikan dengan IP Address Server, yaitu 192.168.123.1 dan Subnet Mask 255.255.255.0. Seperti gambar dibawah ini :

      Cara Membuat Simulasi Server DHCP menggunakan Cisco Packet Tracer


      4. Masih di jendela properties Server0 pada menu Services, lalu pilih DHCP. Pastikan Service DHCP On. Isikan blok IP address yang akan diberikan  IP Address oleh DHCP Server.

      Cara Membuat Simulasi Server DHCP menggunakan Cisco Packet Tracer

      Penjelasan : Pada Start IP Address isikan dengan 192.168.123.19, dan pada Maximum Number of Users= 5.

      Hal ini berarti setiap host yang request IP pada DHCP Server akan mendapatkan IP address mulai
      dari range 192.168.123.19 - 192.168.123.23.
      Untuk field Default Gateway dan DNS Server biarkan kosong untuk contoh ini.

      5. Langkah terakhir lakukan Request DHCP :

      * Double-klik PC0 hingga muncul jendela properties PC0. Pilih tab Desktop. Pada menu yang ada, pilih menu IP Configuration. Contoh seperti gambar dibawah ini :

      Cara Membuat Simulasi Server DHCP menggunakan Cisco Packet Tracer

      * Pastikan pilihan radio button pada pilihan DHCP. Seperti terlihat pada gambar berikut ini :

      * Setelah konfigurasi selesai, silahkan mengecek konfigurasi IP Address pada PC0 yang sebelumnya telah di-set ke DHCP. Hasil akhir bisa dilihat pada gambar dibawah ini. Terlihat IP Address yang diberikan oleh DHCP Server adalah 192.168.123.19 lengkap dengan subnetnya 255.255.255.0.

      Cara Membuat Simulasi Server DHCP menggunakan Cisco Packet Tracer

      Demikian pembaca artikel tentang pembelajaran bagaimana simulasi jaringan LAN dengan menggunakan Cisco Paket Tracer semoga bermanfaat.
      Wassalamu'alaikum,
      Terimakasih.

      Sumber :

      http://unlimitechno.blogspot.com/2014/05/membuat-simulasi-server-dhcp.html

      Tips Repair Windows 8 Tanpa Harus Install Ulang

      Windows 8 Anda mengalaim error, sempat terlintas dibenak Anda untuk langsung menginstall ulang? Jangan buru-buru kawan, coba dulu tips-tips berikut ini siapa tau windows Anda kembali normal tanpa harus install ulang.
      Berikut beberapa cara untuk memperbaiki windows 8 tanpa install ulang OS windows 8 itu sendiri :
      • Geser pointer mouse ke sebelah kanan atas atau bawah layar desktop,
      • Klik Settings Change PC Settings, nanti akan muncul jendela Pc Settings
      • Pilih General, nanti akan tampil sub-menu seperti dibawah ini :
      windows 8 repair 300x168 Cara Memperbaiki Windows 8 Tanpa Install Ulang
      • Keterangan  Refresh your PC without affecting your files : itu untuk mengembalikan windows ke setting awal tanpa harus menghapus file yang ada di windows (Documents, Pictures, Videos dan lainnya).
      • Keterangan Remove everything and reinstall Windows untuk mengembalikan windows ke pengaturan awal dan menghapus seluruh file yang ada pada Documents termasuk Pictures, Videos dan yang lainnya selain file systems.
      • Anda tinggal pilih dan sesuaikan dengan kebutuhan anda untuk solusi memperbaiki OS windows 8 ini tanpa install ulang. Semoga bermanfaat 

      Demikian artikel kali ini pembaca seklaian, semoga bermanfaat.
      Terimakasih.

      Membangun Jaringan Point to Point Menggunakan Mikrotik

      Pembaca, kali ini saya akan menjelaskan bagaimana membangun jaringan wireless point to point dengan mikrotik, materi kali ini adalah yang paling sering dipakai dalam pekerjaan saya yang saat ini bekerja di sebuah ISP.

      Sebelumnya kita perlu tau, apa itu Point to Point ?? Point to Point adalah koneksi komunikasi antara dua titik yang saling terhubung,dimana satu titik bertindak sebagai server dan satunya lagi bertindak sebagai client.
      Wireless Point to Point Mikrotik adalah koneksi komunikasi wireless antara dua titik, dimana satu host terhubung hanya dengan satu client. Wireless Point to Point Mikrotik ini menggunakan dua buah Router Mikrotik dan Antenna Directorial (Grid, Sectoral, Yagi, dan sebagainya). Penerapan Wireless Point to Point Mikrotik membutuhkan lisensi RouterOS minimal level 3 dengan mode bridge-station.
      artikel terkait Istilah-Istilah pada jaringan wireless

      Hal yang harus diperhatikan dalam perancangan ini adalah :
      1. Line of Sight (Los)
      Pemilihan jalur harus Line of Sight (LoS) atau dengan kata lain jalur lurus antara pengirim (transmitter) dan penerima (receiver) yang bebas dari penghalang. Jadi jalur udara antara AP Utama dan AP Client sebisa mungkin tidak ada yang menghalangi, seperti gedung, pepohonan, bukit, dll. Apabila ada penghalang maka konektivitas Wifi tidak akan maksimal, bahkan tidak bisa terkoneksi.

      2. Fresnel Zone
      Pemilihan area harus Fresnel Zone atau dengan kata lain area disekitar garis lurus antara antena (Los) yang digunakan sebagai media rambat frekuensi. Selain LoS yang bebas penghalang, area Fresnel Zone ini juga sebisa mungkin tidak terlalu banyak penghalangnya. Untuk lebih jelasnya berikut gambarannya :

      Perancangan jaringan wireless point to point Mikrotik

      3. Antenna Alignment
      Antenna Alignment yaitu arah dari antenna yang digunakan. Antena client harus mengarah ke antena pusat, begitu juga sebaliknya. Sudut dan arah antena juga harus diperhatikan, karena jika tidak mengarah dengan baik maka sinyal tidak akan diterima dengan maksimal.

      Oke, selanjutnya kita langsung melakukan perancangan. Alat-alat yang dibutuhkan sebagai berikut :

      Alat-Alat yang digunakan :
      Software :
      -Winbox, adalah alat atau tools untuk melakukan konfigurasi Mikrotik yang berbasis Graphic User Interface (GUI). Sehingga lebih memudahkan pengguna dalam mengoperasikan Mikrotik dibanding menggunakan terminal Mikrotik. 
      Hardware :
      -2 buah Wireless Board Mikrotik rb411
      -2 buah PCI Ubiquity XR5
      -2 buah outdoor Box (Tibox)
      -2 buah Antena Grid Kenbotong 5.8 Ghz
      -2 buah POE
      -2 buah Pigtail MMCX
      -2 buah Cable Gland
      -2 buah Jumper Connector N name to N male
      -2 buah Adaptor 24 volt
      -3 M Rubber Tape
      -Kabel UTP secukupnya

      Langkah awal yang harus dilakukan :

      Login Winbox

      Perancangan jaringan wireless point to point Mikrotik

      Muncul tampilan awal winbox seperti gambar dibawah ini :

      Perancangan jaringan wireless point to point Mikrotik


      Konfigurasi Access Point
      Masuk melalui winbox, buat interface birdge1. 

      Perancangan jaringan wireless point to point Mikrotik



      Masukkan ether 1 ke dalam interface bridge 1.


      Perancangan jaringan wireless point to point Mikrotik



      Masukkan wlan 1 ke dalam interface bridge 1.


      Perancangan jaringan wireless point to point Mikrotik




      Masukkan IP address untuk interface bridge 1.

      Perancangan jaringan wireless point to point Mikrotik



      Selanjutnya adalah setting wireless interface.KLIK lah pada menu Wireless,pilihlah tab interface lalu double click pada menu interface lalu  double click pada nama interface wireless yang akan digunakan.Buka Tab Wireless.Pilihlah Mode AP-Bridge,band 2.4 Ghz-B/G/G-only,frekuensi yang akan digunakan tentukanlah SSID.Security Profile:Default dan Frekuensi Mode:manual tx power.Jangan lupa mengaktifkan default authenticated dan default forward.Klik OK.

      Perancangan jaringan wireless point to point Mikrotik



      Berikutnya adalah konfigurasi WDS pada wireless interface yang digunakan.Bukalah konfigurasi wireless,pilihlah tab WDS.Tentukanlah WDS mode dynamic dan pilihlah mode bridge 1 interface untuk WDS default bridge.Lalu tekan tombol OK.

      Perancangan jaringan wireless point to point Mikrotik



      Jika semua telah selesai akan tampak pada Interface seperti ini.WDS tidak muncul karena belum ada Client WDS yang terhubung dengan AP (access point).

      Perancangan jaringan wireless point to point Mikrotik



      Pengecekan Link
      Jika link wireless yang kita buat sudah bekerja dengan baik,maka pada menu wireless disisi AP,maka muncul status R dan secara otomatis akan terbentuk koneksi WDS (seperti gambar berikut).

      Perancangan jaringan wireless point to point Mikrotik

      Demikian artikel kali ini semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.
      Terimakasih.

      Sumber :

      http://unlimitechno.blogspot.com/2014/05/membangun-jaringan-point-to-point.html#.VJ2JWl4Ac

      About